Sharing is caring. Lets learn together here. *Just posting for reminder and to be remember*

Sunday, December 6, 2020

Pembelajaran IPS sub materi Pluralitas Masyarakat Indonesia Berorientasi pada murid dan Berbasis PJBL dalam rangka mewujudkan Merdeka Belajar

 

Pembelajaran IPS sub materi Pluralitas Masyarakat Indonesia

Berorientasi pada murid dan Berbasis PJBL

dalam rangka mewujudkan Merdeka Belajar

 

Rirry Asril Putery, SMPN 2 Cibitung-CGP Angkatan 1

 

Kegiatan belajar khususnya mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang diampu penulis, berdasarkan pengalaman yang didapati dari sebagian besar anak, masih dianggap sebagai mata pelajaran yang rumit dan kurang menyenangkan. Hal ini nampak dari kurangnya partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran, dan juga terlihat dari kurang antusiasnya dalam mengumpulkan tugas. Kemungkinan hal ini terjadi, dikarenakan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan selama ini masih kurang mampu memfasilitasi  kebutuhan seluruh peserta didik, sehingga peserta didik masih sulit menangkap tujuan pembelajaran sesungguhnya.  


Keadaan ini nampak jelas dari masih rendahnya hasil belajar yang diperoleh siswa. Selain itu kurangnya kesadaran, disiplin dan tanggung jawab peserta didik untuk belajar semakin memperparah kondisi tersebut. Paradigma Belajar yang ada masih tentang menjalankan kewajiban atau kegiatan yang dituntut harus dilaksanakan oleh pelajar, bukan sebagai keinginan yang lahir karena kesadaran dan kebutuhan anak untuk mencapai tujuan pembelajaran.


Menghadapi permasalahan tersebut, kegiatan aksi nyata yang dilaksanakan oleh penulis sebagai calon guru penggerak untuk mengatasi permasalahan yang telah dipaparkan di atas adalah dengan melakukan “Pembelajaran IPS sub materi Pluralitas Masyarakat Indonesia Berorientasi pada murid dan Berbasis PJBL dalam rangka mewujudkan Merdeka Belajar”. Aksi nyata yang dilakukan ini sesuai point pemikiran filosofi Ki Hadjar Dewantoro (KHD) untuk melakukan perubahan pelaksanaan pembelajaran interaktif yang berorientasi pada keinginan dan kebutuhan murid sesuai kondrat alam dan kodrat zamannya sehingga terciptanya merdeka belajar dalam rangka upaya menumbuhkembangkan potensi murid untuk mencapai versi terbaiknya.


Kegiatan aksi nyata ini terdiri dari beberapa Langkah kegiatan. Diawali dengan linimasa tindakan yang dimulai pada minggu ke-1 yaitu Pengumpulkan diagnosa awal kognitif dan non kognitif dari peserta didik, agar guru mengetahui latar belakang minat, bakat dan pola belajar siswa sesuai dominasi kemampuan visual, audio, kinestetik ataupun audiovisual, dan juga agar mengetahui materi mana yang sudah diketahui dan belum terkait materi Pluralitas Masyarakat Indonesia dengan cara pemberian angket belajar menggunakan google form. Sehingga strategi atau pola pembelajaran yang akan diterapkan mengikuti keberagaman potensi pada siswa di kelas. Dilanjutkan  perencanakan pembelajaran berbasis peserta didik mulai dari kegiatan belajar (membuat bahan, media pembelajaran, perangkat asesment) yang berorientasi pada murid agar kegiatan pembelajaran terlaksana sebagaimana yang diharapkan murid.


Pada Minggu ke-2 Pelaksanakan kegiatan pembelajaran berorientasi pada peserta didik dengan praktik pembelajaran di kelas maya atau secara daring baik synchronous maupun asynchronous, dan juga menyiapkan bahan pembelajaran berupa blog untuk penguatan materi bagi yang lebih suka membaca daripada menyaksikan conten pembelajaran audio visual di youtube.  Dan  Pelaksanaan  Teknik pembelajaran bermakna dan terampil dengan metode project based learning untuk memberikan kesempatan bagi murid melaksanakan tugas sesuai bakat dan minatnya. Lalu pada Minggu ke-3 memberikan waktu penyelesaikan proyek, pelaksanaan fasilitasi dan monitoring melalui WhatsApp Group (WAG) kelas khusus mapel IPS atau melalui Google Classroom (GCR). Diakhiri pada Minggu ke-4 dengan kegiatan mempublikasikan karya, Pelaksanaan penilaian/Assesment dan penyebaran angket belajar pasca belajar sebagai refleksi sejauhmana keberhasilan pembelajaran sebagaimana yang diharapkan oleh murid.


Hasil dari pelaksanaan aksi nyata yang dilakukan, untuk minggu ke-1 hasil diagnosis awal kognitif rata-rata anak menjawab sudah cukup menguasai materi prasyarat dan belum menguasai materi yang akan dipelajari yaitu mengenai Pluralitas Masyarakat Indonesia. Sementara untuk hasil diagnosis non kognitif rata-rata anak menjawab beragam untuk cara belajar yang disukai namun lebih banyak yang menjawab lebih senang belajar secara audio visual seperti melihat langsung atau menonton konten pembelajaran yang sudah disiapkan guru di kanal youtube. Cara melaksanakan tugas yang diharapkan oleh siswa hasil nya pun beragam namun lebih banyak yang senang melaksanakan tugas dengan membuat mind map/peta konsep, dan sisanya menyenangi dengan membuat poster, puisi, artikel, video, lagu, infografis, puisi dan lainnya.


Dengan berbekal hasil dari diagnosis kognitif dan non kognitif, maka pada minggu ke-2, yang dilaksanakan secara tatap maya (synchronous) melalui aplikasi zoom untuk kelas 8a sampai 8d dan aplikasi gmeet untuk kelas 8e dan 8f berjalan lancar. Walaupun jumlah peserta yang hadir belum sesuai yang diharapkan. Hanya  50% dari jumlah siswa yang ikut dalam pembelajaran syncronous, hal ini terkait masalah jaringan, ketersediaan kuota, dan kemampuan gawai yang tidak bisa mengakses aplikasi zoom atau gmeet dengan baik. Kegiatan pembelajaran dikemas sesuai hasil diagnosis berkala adalah membuat pembelajaran berbasis PJBL yang pada prosesnya dipenuhi dengan kegiatan interaktif yang berpusat pada siswa.


Kegiatan diawali dengan mengucapkan salam, doa bersama sesuai keyakinan, bersyukur atas nikmat yang didapat hari ini sebagai Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), memberikan motivasi belajar kepada murid untuk tetap semangat belajar ditengah pandemi dan melakukan apersepsi terkait materi mengenai Pluralitas Masyarakat Indonesia. Dilanjutkan memberikan tujuan pembelajaran sesuai indikator pencapaian kompetensi (IPK) yang ingin diraih. Melakukan asesment awal dengan menanyakan Kembali kemampuan penguasaan terhadap materi sesuai tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran dengan menggunakan kertas origami warna hijau untuk memahami, warna kuning untuk ragu-ragu dan warna merah untuk mewakili ketidaktahuan sama sekali terhadap materi yang akan dipelajari. Berdasarkan hasil yang didapat rata-rata anak-anak menjawab ragu-ragu dan tidak tahu terhadap materi yang akan dipelajari.


Kegiatan dilanjutkan dengan menyajikan sebuah gambar sebagai literasi dan kemudian mengajukan pertanyaan satu persatu sesuai tujuan pembelajaran secara interaktif dengan menggunakan menti.com. Lalu memberikan ruang kolaborasi kepada murid secara berkelompok untuk mendiskusikan materi menggunakan padlet.com. Dalam prosesnya didapati hasil bahwa anak sangat senang dan antusias melakukan kegiatan pembelajaran secara interaktif tersebut.


Guru bersama-sama murid membuat kesimpulan dan refleksi pembelajaran untuk menguatkan hikmah dari pembelajaran materi Pluralitas Masyarakat Indonesia bagi murid dalam menjalankan kehidupan dan untuk mengetahui apakah pembelajaran menyenangkan serta sejauhmana pembelajaran telah berjalan sesuai harapan murid atau tidak. Diakhir  pembelajaran guru memberikan tugas proyek untuk membuat refleksi pemahaman terhadap materi dengan membuat produk sesuai potensi atau minat yang dimiliki bisa berupa mind map, poster, video, infografis, artikel, puisi dan lagu. Lalu memerintahkan hasilnya di posting di media sosial mereka untuk mengampanyekan pentingnya pemahaman terhadap pluralitas masyarakat Indonesia, serta memberitahukan bahwa kegiatan pada pertemuan berikutnya yaitu untuk mempublikasikan hasil produknya dan mempresentasikan ke rekan-rekan sekelasnya.


Dalam hasil refleksi kegiatan pembelajaran, didapati hasil yang memuaskan. Murid  sangat senang, antusias dalam pembelajaran terlihat dari semangat dan partisipasi belajar yang tinggi dan hasil testimoni anak yang menyatakan pembelajaran sangat seru dan menyenangkan. Mencermati rangkaian proses pembelajaran yang telah terlaksana, tujuan pembelajaran yaitu terciptanya kesadaran dan tanggung jawab tinggi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran, terciptanya kegiatan pembelajaran yang menjadikan siswa menjadi active learner dengan menyesuaikan kegiatan pembelajaran sesuai gaya belajar peserta didik sehingga belajar menjadi suatu yang membahagiakan sesuai kebutuhan mereka untuk mengaktualisasikan diri terlihat dari presentase pengumpulan tugas yang tinggi dan membuat murid mendapatkan kecakapan hidup serta penguatan karakter dalam prosesnya, bisa dikatakan berhasil tercapai.


Namun dikarenakan jumlah murid yang ikut belum maksimal maka, guru menyiapkan materi asynchronous melalui kanal youtube pada link https://bit.ly/VideoPembelajaran_PluralitasMasyarakatIndonesia dan blog pada link https://bit.ly/BACAAN_MATERI_PLURALITASMASYARAKATINDONESIA yang kedua link tersebut  diberikan pada GCR dan WAG sebagai antisipasi media pembelajaran bagi siswa yang tidak bisa bergabung dalam kelas maya secara syncronous.  Kedepannya, rencana perbaikan yang akan dilakukan dalam pembelajaran selanjutnya guru akan mempertahankan yang sudah bagus hasilnya dan jika pembelajaran masih dalam bentuk PJJ, menyempurnakannya dengan membuat kesepakatan hari dan waktu serta penggunaan aplikasi agar jumlah partisipan yang bisa joint dalam kelas tatap maya bertambah dari sebelumnya.



Dokumentasi proses dan hasil pelaksanaan

Diagnosis kognitif


Gb. Soal Google form dan hasil dari diagnosis kognitif  yang diberikan kepada murid 
pada minggu pertama tindakan aksi nyata 

Gb. Soal Google form dan hasil dari diagnosis non kognitif yang diberikan kepada murid 
pada minggu pertama tindakan aksi nyata 




Gb.Menyajikan Gambar sebagai literasi di awal pembelajaran yang mencerminkan pluralitas masyarakat Indonesia dan dijadikan sebagai pemantik tanya jawab seputar materi

Gb. Kegiatan Interaktif asesment kemampuan awal anak di awal pembelajaran terhadap 
penguasaan materi menggunakan kertas origami. murid menjawab dengan kartu hijau untuk memahami, kartu kuning untuk ragu-ragu dan kartu merah untuk 
tidak memahami/tahu sama sekali terhadap materi yang akan dipelajari.

Gb. Kegiatan Interaktif asesment kemampuan di akhir pembelajaran terhadap penguasaan materi menggunakan kertas origami. murid rata-rata menjawab dengan kartu hijau 
yang menandakan mereka telah memahami materi yang dipelajari.

Gb. Kegiatan pembelajaran secara interaktif dengan menggunakan menti.com

     Cek video tiktok karya siswa 

       




Gb. Hasil Karya Siswa dalam berbagai bentuk karya berupa video tiktok, 
video instagram, infografis, poster dan PPt.
Gb. Presentasi Siswa atau publikasi karya dalam berbagai bentuk karya 
sebagai cerminan merdeka belajar melaksanakan tugas sebagaimana minat 
dan potensi masing-masing siswa


Share:

0 comments:

Post a Comment